Sabtu, 21 November 2015

Cerita Rakyat Jambi



Putri Tangguk

Pada zaman dahulu,di suatu desa hiduplah seorang wanita yang bernama Putri Tangguk. Putri Tangguk hidup dengan keluarganya yang sederhana yang terdiri dari suami dan ketujuh anaknya. Dia di panggil Putri Tangguk karena dia mempunyai sawah yang sangat kecil, meskipun sangat kecil, sawah tersebut dapat menghasilkan padi yang sangat banyak,setelah di panen, padi tersebut tumbuh kembali dengan cepat.Hal tersebut membuat Putri Tangguk lupa melakukan pekerjaan lainnya seperti, mandi dan mengurus anak-anaknya.
Suatu malam, hujan turun dengan deras dan disertai petir yang menggelegar.  Hujan tersebut baru berhenti pada pagi harinya,yang membuat jalanan menjadi licin. Setelah sarapan Putri Tangguk pergi ke sawah kecilnya untuk memanen padi. Setelah memanen padi-padinya, putri tangguk bergegas pulang kerumahnya, saat di perjalanan pulang ia terjatuh, hal tersebut membuatnya marah sambil berkata  Mengapa jalanan ini sangat licin, baiklah saya akan menaburkan padi yang sudah saya panen tadi pada jalan ini, agar jalan ini tidak licin lagi! “. Setelah menaburkan padi pada jalan yang licin, Putri Tangguk tidak pernah memanen padi lagi, dia menghabiskan waktunya untuk merajut pakaian untuk dirinya sendiri,anak-anaknya dan juga suaminya.
Suatu hari, ia lupa memasak nasi, karena terlalu sibuk merajut pakaian. Sehingga pada tengah malam, ketujuh anaknya bangun dan menangis karena kelaparan “ bu aku lapar “ , kemudian putri tangguk pergi ke dapur untuk memasak makanan, sesampai di dapur ia baru menyadari jika beras dan bahan makanan lainnya sudah habis. Lalu ia menyuruh anak-anaknya untuk kembali tidur tetapi kemudian anak-anaknya kembali bangun karena sudah sangat kelaparan, dan putri tangguk menyuruh mereka untuk tidur lagi .
Pada pagi hari, Putri tangguk pergi ke gudang tempat penyimpanan beras miliknya, tetapi dia tidak menemukan beras disana, Kemudian ia pergi ke sawahnya tetapi dia juga tidak menemukan apapun di sawah kecilnya itu, kemudian dia pulang dengan sedih karena mengingat anak-anaknya yang kelaparan.
Pada malam hari, Putri Tangguk bermimpi bertemu seorang kakek yang mengenakan baju putih, kakek tersebut berkata kepada Putri Tangguk  oh... Putri tangguk, aku tahu kamu mempunyai sawah yang kecil yang dapat menghasilkan banyak sekali padi, tetapi kamu terlalu sombong, kamu menaburkan padi pada jalanan yang licin. Kamu tahu Di antara padi-padi tersebut terdapat raja padi!. Kami sangat-sangat marah karena engkau memperlakukan raja kami seperti itu. Kami tidak akan tumbuh lagi di sawah kecil mu itu. Suatu saat kamu dan keluargamu tidak akan memakan apapun jika kalian tidak bekerja keras “ , kemudian kakek itu menghilang dari mimpi putri tangguk.
Putri Tangguk pun terbangun dari tidurnya,dan ia teringat kata-kata dari kakek yang ada di dalam mimpinya itu.Setelah itu kehidupan putri tangguk pun berubah dan dia kehilangan semuanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar