Putri Tangguk
Pada zaman dahulu,di suatu desa hiduplah seorang wanita yang
bernama Putri Tangguk. Putri Tangguk hidup dengan keluarganya yang sederhana
yang terdiri dari suami dan ketujuh anaknya. Dia di panggil Putri Tangguk
karena dia mempunyai sawah yang sangat kecil, meskipun sangat kecil, sawah
tersebut dapat menghasilkan padi yang sangat banyak,setelah di panen, padi
tersebut tumbuh kembali dengan cepat.Hal tersebut membuat Putri Tangguk lupa
melakukan pekerjaan lainnya seperti, mandi dan mengurus anak-anaknya.
Suatu malam, hujan turun dengan deras dan disertai petir yang
menggelegar. Hujan tersebut baru
berhenti pada pagi harinya,yang membuat jalanan menjadi licin. Setelah sarapan
Putri Tangguk pergi ke sawah kecilnya untuk memanen padi. Setelah memanen padi-padinya,
putri tangguk bergegas pulang kerumahnya, saat di perjalanan pulang ia
terjatuh, hal tersebut membuatnya marah sambil berkata “ Mengapa jalanan ini sangat licin, baiklah
saya akan menaburkan padi yang sudah saya panen tadi pada jalan ini, agar jalan
ini tidak licin lagi! “. Setelah menaburkan padi pada jalan yang licin,
Putri Tangguk tidak pernah memanen padi lagi, dia menghabiskan waktunya untuk
merajut pakaian untuk dirinya sendiri,anak-anaknya dan juga suaminya.
Suatu hari, ia lupa memasak nasi, karena terlalu sibuk
merajut pakaian. Sehingga pada tengah malam, ketujuh anaknya bangun dan
menangis karena kelaparan “ bu aku lapar “ , kemudian putri
tangguk pergi ke dapur untuk memasak makanan, sesampai di dapur ia baru
menyadari jika beras dan bahan makanan lainnya sudah habis. Lalu ia menyuruh
anak-anaknya untuk kembali tidur tetapi kemudian anak-anaknya kembali bangun
karena sudah sangat kelaparan, dan putri tangguk menyuruh mereka untuk tidur
lagi .
Pada pagi hari, Putri tangguk pergi ke gudang tempat
penyimpanan beras miliknya, tetapi dia tidak menemukan beras disana, Kemudian
ia pergi ke sawahnya tetapi dia juga tidak menemukan apapun di sawah kecilnya
itu, kemudian dia pulang dengan sedih karena mengingat anak-anaknya yang
kelaparan.
Pada malam hari, Putri Tangguk bermimpi bertemu seorang kakek
yang mengenakan baju putih, kakek tersebut berkata kepada Putri Tangguk “oh... Putri tangguk, aku tahu kamu mempunyai
sawah yang kecil yang dapat menghasilkan banyak sekali padi, tetapi kamu terlalu
sombong, kamu menaburkan padi pada jalanan yang licin. Kamu tahu Di antara padi-padi
tersebut terdapat raja padi!. Kami sangat-sangat marah karena engkau
memperlakukan raja kami seperti itu. Kami tidak akan tumbuh lagi di sawah kecil
mu itu. Suatu saat kamu dan keluargamu tidak akan memakan apapun jika kalian
tidak bekerja keras “ , kemudian kakek itu menghilang dari mimpi putri
tangguk.
Putri Tangguk pun terbangun dari tidurnya,dan ia teringat
kata-kata dari kakek yang ada di dalam mimpinya itu.Setelah itu kehidupan
putri tangguk pun berubah dan dia
kehilangan semuanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar